TUGAS ETIKA BISNIS [Softskill]

Apa itu etika bisnis?

 Kata “etika” dan “etis” tidak selalu dipakai dalam arti yang sama dan karena itu pula “etika bisnis” bisa berbeda artinya. Etika sebagai praksis berarti : nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan, walaupun seharusnya dipraktekkan. Sedangkan etis, merupakan sifat dari tindakan yang sesuai dengan etika.

Contoh Kasus Bisnis Yang Tidak Beretika Dari 3 Aspek Bisnis. Tiga aspek pokok dari bisnis yaitu : dari sudut pandang ekonomi, hukum dan etika.

1.     Sudut pandang ekonomis.

Bisnis    adalah    kegiatan    ekonomis.    Yang    terjadi    disini    adalah    adanya Interaksi antara produsen/perusahaan dengan pekerja, produsen dengan konsumen, produsen dengan produsen dalam sebuah organisasi. Kegiatan antar manusia ini adalah bertujuan untuk mencari untung oleh karena itu menjadi kegiatan ekonomis. Pencarian keuntungan dalam bisnis tidak bersifat sepihak, tetapi dilakukan melalui interaksi yang melibatkan berbagai pihak. Dari sudut pandang ekonomis, good business adalah bisnis yang bukan saja menguntungkan, tetapi juga bisnis yang berkualitas etis.

2.     Sudut pandang moral.

 Dalam bisnis, berorientasi pada profit, adalah sangat wajar, akan tetapi jangan keuntungan yang diperoleh  tersebut  justru  merugikan  pihak  lain.  Tidak  semua  yang  bisa  kita  lakukan  boleh dilakukan juga. Kita harus menghormati kepentingan dan hak orang lain. Pantas diperhatikan, bahwa dengan itu kita sendiri tidak dirugikan, karena menghormati kepentingan dan hak orang lain itu juga perlu dilakukan demi kepentingan bisnis kita sendiri.

Kasus beberapa waktu yang lalu, media memberitakan polisi menemukan gudang yang menyimpan timbunan kedelai. Konsekunsi dari penimbunan adalah distribusi barag tidak lancar dan barang menjadi langka. Kelangkaan akan menyebabkan harga naik karena ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan. Kemudian pada kondisi yang dianggap tepat, pengusaha mulai mengeluarkan timbunan barangnya sehingga keuntungan yang diperolehnya berlipat ganda. Dari sisi pngusaha penyimpanan dulu barang dagangan dan menjualnya kembali waktu harga naik merupakan strategi bisnis yang jitu. Sebaliknya yang terjadi dari sisi konsumen baik konsumen akhir, maupun konsumen antara yang menggunakan barang ini sebagai bahan baku proses produksi. Harga kedelai di pasar melonjak naik yang menyebabkan pengusaha tahu-tempe terperangah dan kesulitan mendapatkan bahan baku. Kasus seperti ini tidak terjadi hanya pada kedelai, bahan pokok yang lainpun pada bergiliran “dipermainkan“. Utamanya karena permintaan terhadap bahan pokok relatif tidak elastis, sebagaimana juga permintaan terhadap bahan bakar.

Etika bisnis tingkat isu moral pada tingkat personal. Pertanyaannya adalah bagaimana seharusnya orang-orang memerlukan satu sama lain dalam organisasi. Apakah harus jujur satu sama lain apapun konsekuensinya?. Dalam tindakan penimbunan, sangat tidak boleh menjadi penimbun tidak jujur pada rekan kerja. Setidaknya si penimbun ini telah memberikan pembenaran pada suatu tindakan tidak bermoral yang dilakukanya.

 3.     Sudut pandang Hukum

 Bisa dipastikan bahwa kegiatan bisnis juga terikat dengan “Hukum” Hukum Dagang atau Hukum Bisnis, yang merupakan cabang penting dari ilmu hukum modern. Dan dalam praktek hukum banyak masalah timbul dalam hubungan bisnis, pada taraf nasional maupun international. Seperti etika, hukum juga merupakan sudut pandang normatif, karena menetapkan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Dari segi norma, hukum lebih jelas dan pasti daripada etika, karena  peraturan  hukum  dituliskan  hitam  atas  putih  dan  ada  sanksi  tertentu  bila  terjadi pelanggaran. Bahkan pada zaman kekaisaran Roma, ada pepatah terkenal : Quid leges sine moribusyang artinya : “apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas “.

Kasus rekasaya perangkat jaringan mobile Ericsson melayangkan gugatan terhadap gugatan membuat ponsel Samsung Electronics. Gugatan ini diajukan karena Samsung dituduh telah melanggar hak paten. “ Kami sudah melayangkan gugatan hukum kepada Samsung terkait pelanggaran hak paten di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Belanda, “ kata Ase Lindskog, juru bicara Ericsson. Menurut Lindskog, pihaknya telah melakukan negosiasi besar dengan Samsung terkait pembaharuan lisensi. “ Kesepakatan mereka dengan kami telah berakhir sejak 31 Desember tahun lalu “, ujarnya lagi. Masalahnya, Samsung masih memakai paten ponsel yang tidak berlisensi lagi. Ketika dikonfirmasi, juru bicara Samsung di Seoul masih enggan mengomentari masalah ini. Entah iri atau ingin menjatuhkan rival, yang jelas kasus pelanggaran paten dan perlawanan legal lainnya sudah sering bahkan bisa terjadi disektor teknologi. Bisa jadi perusahaan telah menghabiskan banyak dana untuk penelitian dan pengembangan (R&D).

Sumber : http://koranmuslim.com/2011/etika-bisnis/

              http://tayaa90.wordpress.com/2010/02/17/contoh-kasus-tentang-bisnis-yang-tidak-beretika-%E2%80%9Clanggar-hak-paten-ericsson-gugat-samsung%E2%80%9D/

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s