Memahami Karya Tulis

Karya tulis menurut pandangan kita adalah sebuah ungkapan diri dari sang penulis dengan menuangkan ide dan juga pandangan penulis kedalam sebuah karya tulis ataupun sebuah tulisan. Contohnya novel ,biasanya penulis membuat karya tulis berdasarkan pengalaman serta imajinasi  mereka,  terlebih ketika mereka membuat karya tulis  tersebut berasal dari kisah nyata diri sendiri maupun orang lain yang menjadikan  karya tulis tersebut bisa membuat kita sebagai pembaca menjadi tahu apa yang sebenarnya terjadi . Mungkin kurang sukanya masyarakat terhadap sebuah novel karena mereka kurang mengerti alur ceritanya. Padalah   dengan kita membaca novel ataupun karya tulis lainnya bisa membawa manfaat yang positif bagikehidupan kita.

Sebagai contoh :

Belajar Ikhlas dari Seorang Bocah Kecil

. Novel ini menyampaikan kisah yang sangat bagus dan dapat dijadikan contoh tentang arti ikhlas dalam hidup. Bagaimana seorang gadis kecil berupaya tegar di tengah prahara yang menimpanya ketika hidup ditinggal wafat oleh ibu dan kedua orang kakaknya. Namun, ia masih bisa bertahan dengan keikhlasan, dan akhirnya bisa mengerti dengan semua cobaan itu. Sungguh sebuah novel pembangun jiwa akan pentingnya ikhlas karena Allah SWT. Novel Tere Liye ini mengajarkan kita bagaimana bersikap ikhlas dalam beramal lewat tokoh Delisa. Bahkan, dengan seusianya yang masih kanak-kanak itu, Delisa bisa menunjukkan sikap memahami sang penciptanya. Pada akhir novel diceritakan penyebab hafalan shalat Delisa yang hilang. Karena sebelum bencana tsunami terjadi, ia menghafal bacaan shalat tersebut karena iming-iming hadiah, bukan karena ikhlas karena Allah. Ketika ia menyadari hal itu dan menyatakan tidak menginginkan hadiah kalung tersebut, bacaan shalat itu seolah-olah bicara padanya. Akhirnya Delisa bisa menyempurnakan shalatnya. Pada saat itulah Allah memberikan hadiah besar padanya. Ia menemukan jasad (tulang belulang) ummi-nya yang selama ini hilang akibat tsunami dalam keadaan memegang kalung yang akan dihadiahkan padanya itu. Kalung yang sempat hilang dari memorinya itulah yang kemudian mempertemukan Delisa kembali dengan ummi-nya meskipun dalam kondisi yang sangat mengejutkan. Begitulah ketegaran dan keikhlasan seorang anak berumur enam tahun yang kehilangan banyak hal berharga dalam hidupnya. Dalam novel ini sang penulis mengajak kita untuk selalu ikhas menerima apapun keadaan kita dalam keadaan sulit, senang , bahagia, sedih, dll yang mungkin akan terjadi baik sekarang maupun hari esok. Dengan novel ini kita dapat memetik sebuah pelajaran yang mungkin tidak akan pernah terpikirkan oleh kita.

Sumber : http://www.bukukita.com/resensi-review-buku/57135-hafalan-shalat-delisa/687-belajar-ikhlas-dari-seorang-bocah-kecil.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s