PSIKOLOGI

TERAPI PRIBADI PADA

MAHASISWA PSIKOLOGI TINGKAT SARJANA

Latar Belakang Masalah

Menurut Garfield (1980) terapi pribadi adalah fenomena proses-proses yang terjadi pada diri konselor terapis. Idealnya terapi pribadi ini dialami mahasiswa psikologi sejak tingkat sarjana. Mahasiswa psikologi tingkat sarjana cenderung dididik menjadi terapis sejak awal, dan bukannya menjadi klien terlebih dahulu. Akibatnya, sejak pendidikan tingat sarjana mahasiswa cenderung tidak mengenali dirinya sendiri, konflik-konfliknya sendiri.

Rumusan Masalah

Apakah dengan penelitian ini ,mata kuliah Psikologi Konseling bias menjadi solusi yang tepat bagi mahasiswa untuk bisa mengenali diri sejak awal ?

Tujuan Penelitian

penelitian ini bertujuan untuk meneliti manfaat mata kuliah psikologi konseling bagi pengenalan diri mahasiswa dan masalah-masalah apa yang dihadapinya selama kuliah berkaitan dengan mata kuliah tersebut.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan wawancara kelompok terarah, dimana peneliti melakukan wawancara dengan pedoman berhadapan dengan beberapa subyek. Subyek penelitian terdiri dari lima orang yang telah menempuh mata kuliah psikologi konseling, yaitu: A (Perempuan; 21 tahun), H (laki-laki; 21 tahun), K (Perempuan ; 21 tahun), C (Laki-laki; 21 tahun), R (Perempuan; 21 tahun), dan N (Perempuan ; 21 tahun). Kelima subyek tersebut adalah mahasiswa fakultas psikologi tingkat sarjana di Universitas Gunadarma.

Hasil

Permasalahan Pribadi Setelah Belajar Psikologi Konseling

Pada saat dan setelah menempuh mata kuliah Psikologi Konseling, subyek penelitian masih memiliki beberapa masalah pribadi yang belum terpecahkan, yaitu: masalah pacar, kuliah, keluarga, dan keinginan untuk bekerja.

1. Masalah Kuliah

Pengalaman emosional (rasa takut) yang tidak menyenangkan dengan dosen dapat mempengaruhi kemajuan subyek dalam hal akademik. N merasa tidak nyaman dalam bimbingan dan suka mengembangkan pikiran-pikiran negatif terhadap dosen tersebut, yang sebenarnya hal itu akan semakin menghambat kemajuan studinya.

2. Masalah Pacar

Hampir semua subyek merasakan masalah pacar. Cinta menjadi masalah bagi salah satu A karena merasa ingin sekali untuk mendapatkan pacar.

3. Komunikasi Dengan Keluarga

Komunikasi dengan keluarga merupakan masalah yang tidak mudah dipecahkan, dan terkadang membuat suasana menjadi kurang menyenangkan. Masalah dalam keluarga yang dialami subyek dapat mempengaruhi subyek semangat selama berada di kampus. Hal ini terjadi pada semua subyek.

4. Keinginan untuk bekerja

Subyek C memiliki masalah dalam hal keuangan. Subyek memiliki keinginan untuk mendapatkan penghasilan tambahan melalui hasil usahanya sendiri agar dapat meringankan beban orang tuanya.

KESIMPULAN

Penelitian menemukan bahwa mata kuliah Psikologi Konseling bisa merupakan cara untuk mengenali diri maupun tidak. Namun demikian, bagi subyek yang melaporkan sudah dapat mengenali diri maupun yang belum keduanya sama-sama memiliki masalah-masalah dan konflik-konflik pribadi yang tidak terpecahkan.

SARAN

Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan pendekatan kuantutatif dengan subyek yang lebih besar dan/atau subyek pada mahasiswa tingkat magister profesi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s